Tursina Yang Penuh Kenangan


Masih tersimpan dalam pikiran saya beberapa keindahan yang terdapat di Bukit Tursina. Kebetulan beberapa bulan yang lalu kami dari KMA (Keluarga Mahasiswa Aceh) di Kairo mengadakan tour ke Bukit dimaksud. Ada sekitar 50 orang dari warga Aceh yang pergi saat itu. Dengan menyewakan sebuah bus wisata di negeri piramida ini.


Tursina boleh dikatakan sebuah bukit penuh sejarah terutama bagi ummat Islam. Bukit ini namanya pernah disebutkan dalam Alquran sebanyak dua kali. Sejarah mencatat zaman dahulu jauh sebelum diutusnya Nabi Muhammad SAW., oleh Allah SWT., sebagai penutup segala Nabi dan Rasul. Allah SWT., terlebih dahulu mengutuskan Nabi Musa AS., kepada bani Israil.

Dalam perjalanan menuju kota Kairo dari kota Madyan Nabi Musa AS., melihat sebuah cahaya (baca: api) yang menyala di atas bukit tersebut. Ketika itu Nabi Musa AS., meninggalkan keluarganya untuk mengambil api tersebut untuk dijadikan pelita dalam gemerlapnya perjalanan. Pada saat itulah Allah SWT., menurunkan wahyu pertama kepadanya di atas bukit itu. Sungguh menakjubkan.

Sejarah inilah yang telah mengajak saya untuk melangkah kaki ke bukit ini. Ada banyak kenangan yang pernah saya catat dalam perjalanan pergi, naik dan turunya bukit ini. Dalam perjalanan dari kota Kairo menuju SINAI (bukit tursina) memakan waktu lebih kurang 12 jam. Tour yang kami adakan pada musim dingin (winter). Sehingga lama dalam perjalanan tidak terasa.

Dalam perjalanan tersebut kami sempat transit di beberapa tempat. Antara lain di 'uyun Musa. Uyun Musa adalah  sebuah tempat yang lumanyan bayak dikunjungi wisatawan. baik wisatawan Islami maupun non-Islami. 'Uyun Musa adalah sebuah tempat di padang pasir yang memiliki banyak sumur peninggalan Nabi Musa AS.

Setelah waktu istirahat selesai kami baru melanjutkan perjalanan ke bukit di maksud. Sebelum waktu megrib tiba kami sudah berada di sana. Kemudian guide kami memberikan beberapa instruksi kepada kami untuk mempersiapkan perbekalan selama daki bukit tursina nanti malam. Di antara hal-hal yang harus kami persiapkan adalah, menyediakan jacket tebal, sarung tangan, kaus kaki, topi musim dingin, dan beberapa makanan ringan.

Tepat jam 12:00 CLT (Malam) kami sudah berada di tempat pendakian yang dipimpin oleh salah seorang senior dari Mesir. Lama waktu yang kami habiskan untuk mendaki bukit tursina lebih kurang 4 jam. Pendakian yang kami lakukan sampai ke puncak tursina. Yang pada saat matahari terbit pada jam 5 malam akan terlihat dengan cahaya yang begitu menakjubkan.

Dalam perjalanan daki malam itu kami menemukan beragam tanda-tanda kebesaran Allah SWT. Sambil mendengar lantunan ayat suci Alquranul karim lewat MP3 surat Al-Qasas saya mendaki bukit tersebut. Di mana dalam surat Al-Qasas tersebut diceritakan kisah perjalan Nabi Musa AS., dari kota Madyan dan menerima wahyu di bukit ini. Maha suci engkau ya Allah.

Dalam Alquran disebutkan tempat Nabi Musa menerima wahyu adalah di pinggiran bukit Tursina sebelah kanan bukan di puncaknya. Tapi memang sudah menjadi tradisi para wisatawan untuk mendaki sampai ke atas puncak. Karena di sana kita akan menemukan berbagai macam keindahan Alam.

Di antara keindahan yang masih tersimpan dalam pikiran saya adalah ada satu Mesjid yang dibangun di atas puncak bukit ini. Dalam hal ini para pendahulu kita secara inplisit menjelaskan kemana pun kita pergi, sejauh apa pun bukit yang engkau daki yang namanya shalat jangan engkau tinggalkan. Subhanallah.

Dalam perjalanan daki kami juga sempat transit di beberapa posko di bukit itu. Setiap posko yang didiami orang Mesir itu menjual beberapa makanan ringan, seperti indomie, teh, dan beberapa makanan hangat lainnya untuk menghangatkan badan. Namun harga barang di posko-posko itu jauh lebih mahal dari harga biasa.

Tepat jam 03:00 CLT kami sudah sampai di puncak tursina dengan berbagai kelelahan. Karena lamanya daki yang kami tempuh membuat badan menggigil karena dinginnya alam, telapak tangan rasanya seperti dimasukkan dalam salju. Tapi semua itu tidak menjadi kendala bagi kami untuk menikmati indahnya mata hari terbit di puncak tursina.

Pada saat azan subuh berkumandang kami langsung melaksanakan subuh. Karena tidak ada air kami terpaksa harus bertayammum. Tursina adalah bukit gundul yang tidak ditumbuhi sehelai rumput pun. pada saat mata hari terbit (sine rise) kami berfoto-foto dengan penuh canda tawa yang membuat keakraban kami semakin erat.

Setelah mata hari sempurna terbit guide kami memberi instruksi untuk segara meninggalakan bukit. Maka ketika itu pula kami turun dari bukit dimaksud. Turun bukit tursina memakan waktu sekitar 3 jam lebih kurang. Sebelumnya kami sempat melihat dan memegang salju yang ada di bukit itu sambil berfoto.

Kita meninggalkan bukit begitu cepat pada saat mata hari terbit dikarnakan kalau terlambat sinar mata hari akan semakin panas yang akan membuat kita susah turun. Itulah sepenggal cerita yang masih tersimpan dalam memori saya. Semoga rihklah kami menjadi rihklah yang sai'dah dan diberkati oleh Allah SWT.

Telah dimuat di bihaba.com (http://www.bihaba.com/index.php/component/k2/item/950-surat-dari-mesir--tursina-yang-penuh-kenangan#sthash.LLdVrQ01.dpuf)

Categories:

Leave a Reply